Juni, 2013
Bandung,
untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menginjakkan kaki di sini. Karena
apalagi kalau bukan karena pekerjaan. Iya, semenjak masuk ke dalam pekerjaan
ini, aku selalu pergi keluar dari Jogja. Entah ini passionku atau bukan, tetapi
aku menikmati perjalanan. Dan bandung adalah tempat ketiga yang aku kunjungi
setelah Jakarta dan Ponorogo. Hehehe…
Sebelumnya,
aku pernah bermimpi ingin mengunjungi setiap daerah di Indonesia, entah untuk
sekedar bermain, berlibur, maupun untuk pekerjaan. Alhamdulillah, sampai saat
ini sedikit demi sedikit mimpi itu terwujud, semoga tetap berlanjut.
Oke, aku
akan menceritakan sedikit tentang pengalaman di Bandung. Ketika pertama kali
melihat namaku ditempatkan di CB 2, alias Bandung kota di sebuah survei, hatiku
makdeg! Kenapa? Entahlah, yang jelas pertama kali yang aku rasakan adalah
kenapa aku ditempatkan di Bandung, bagaimana kondisi lingkungan di sana, dan
bagaimana kondisi teman-teman tim CB 2. Yah, mungkin semua orang juga merasakan
hal yang sama seperti aku. Karena jauh di dalam hatiku, ingin sekali ke luar
Jawa, tetapi masih ada ketakutan jika itu benar terjadi *garuk tembok*. Tetapi
pada akhirnya, aku pasrah aja ditempatkan di sana. Toh itu juga tempat yang
baru buat aku. Tempat baru untuk tetap belajar, dan traveling tentunya…
eaaakkkkk :’)
And here
we go… 25 sore kita bersama menuju ke
tempat baru. Hihii…. Tempat ini akan
dijelajahi kurang lebih 10 hari. Dan ternyata setelah sampai sana, trasit dulu
di rumah salah satu tim, mbak Irma di Cimahi. Di sana hanya 2 hari saja, karena
setelah itu kita berpindah ke daerah Dayeuh kolot agar lebih dekat dengan daerah
jajahan, eh wilcah kita maksudnya.
Penjelajahan
dimulai dari Lengkong, yaitu di Burangrang. Tentu saja, Burangrang ini daerah
khusus jajahanku sama partner, Izza. Di daerah kota seperti ini, jika tidak
dibekali alamat yang lengkap, pastilah sangat sulit mencari responden. Taulah…
warga di daerah kota itu sangat sulit ditemui, dan mereka sebagian besar tidak
saling mengenal meskipun bertetangga. Jadi ya… begitulah… Menyusuri rumah demi
rumah demi mencari alamat, kita sudah kayak ayu ting-ting mungkin :D
Kemudian
soal jalan, pola jalan di daerah kota seperti ini sebenarnya mudah, dan mudah pula
untuk dihapal. Tetapi balik lagi, karena kita orang baru dan mind mapping lagi ancur kali yak, udah
beberapa kali muter – muter daerah situ tetep aja kesasar. Kalau gak ada batuan
dari google map dan tanya – tanya, bisa jadi balik basecamp tengah malem. Ada
dua gedung yang dijadikan Patokan di sini, yaitu kantor PERSIB dan Universitas
Langlang Buana. Cukup membantu dalam membuat ketlok kita. Hahahaha….
Penjelajahan
kedua adalah Coblong. Di sini berpartner dengan vivin. Jatah kita adalah
Sadangserang, di mana tempat ini adalah berada di belakang kawasan Dago. Tau
kan Dago itu kawasan apa? Yap, distronya Bandung dan tempat nongkrong *hammer*…
sayangnya gak sempet jalan – jalan ke Dago… *mewek*. di daerah ini sebenarnya
hampir sama kondisinya dengan di daerah sebelumnya. Masuk ke rumah – rumah
mencari alamat, tetapi yang istimewa di sini adalah bapak pejabatnya… apa itu?
Rahasia aja deh ya… muehehehe…. Yang jelas kita dibikin pusing, bahkan pak spv
pun pusing, dan kita takut untuk melangkah lebih jauh… kyaaa. Tetapi yang bagus
di sini adalah, aku mulai hapal sama jalan. Hehehe…
Penjelajahan
terakhir, adalah Andir, tepatnya di Maleber. Di sini berpartner dengan mas
Slamet. Mencari alamat lagi, mencari rumah lagi.. iya, emang kita kerjaanya
ngubek – ubek daerah Bandung ini untuk nyari alamat dan wawancara rumah tangga kok
:D. ceritaya juga hampir sama dengan daerah jajahan sebelumnya, hanya saja di
sini orang – orangnya agak susah ditemui karena bekerja dari pagi da sore baru
pulang kerja. Kita? Ya nunggu mereka sampe pulang kerja gitu..
Di Bandung
itu jalanan macet, kotor, banyak permukiman kumuh, air kurang bersih, banjir…
mungkin gambaran seperti itulah Bandung, di balik julukannya sebagai kota
kembang dan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Di jalanan yang
macet, anggap saja sedang berlomba mencari celah jalan untuk dilalui, meskipun
emm… pake gores-goresan sama mobil… v(^^)v Kalau di kondisi hujan ya berteduh,
kalau banjir yaaa sudahlah….
Tetapi
dibalik semua itu, aku bersyukur memiliki kesempatan seperti ini. Dihadapkan pada
kondisi yang serba terbatas, menemui orang – orang dengan kondisi terbatas
bahkan kekurangan, mereka yang hidup seadanya dengan pengalaman hidup pahit
mereka. Semakin membuka mataku, bahwa dengan kondisi mereka yang seperti itu,
masih mensyukuri hidup. Karena bersyukur adalah cara yang paling tepat dalam
memaknai hidup. Berusaha banting tulang dan mencari penghasilan untuk tetap bertahap
hidup dengan cara mereka di jaman yang serba keras bagi mereka. Iya, mereka
orang – orang yag kuat. Sedangkan aku?
Terima
kasih untuk pelajaran yang sangat berharga ini.
Em… ada
yang ketinggalan… di samping pengalaman dari mereka, ada pengalaman lain yang
aku peroleh dari perjalanan kali ini. Apa itu? Mendapat teman – teman baru,
belajar berbagi, belajar memahami, belajar bekerjasama. Meskipun itu mungkin sangat
sepele, tetapi ketika berada dalam suatu tim, semua itu menjadi penting. Bercanda
bersama, belajar bersama, mengontrol emosi, karena kita hidup bersama dalam
satu atap yang sama. Di balik tugas yang dibebankan pada masing – masing orang,
kebersamaan itu sangat menyenangkan. Dan memiliki teman seperti kalian, aku
merasa sangat beruntung, dan tentu saja aku berharap, pertemanan ini tidak akan
mudah terlupakan hingga nanti… J
Sayangnya,
selama di Bandung kemaren belom pernah ke manapun, pengennya ke Lembang atau
kawah putih, atau main ke mana gitulah.. *mewek* untunglah, sudah sempat jalan
– jalan ke pantai.. meskipun di Gunungkidul… :3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar