Jumat, 19 Juli 2013

Trip to Bandung - CB2


Juni, 2013

Bandung, untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menginjakkan kaki di sini. Karena apalagi kalau bukan karena pekerjaan. Iya, semenjak masuk ke dalam pekerjaan ini, aku selalu pergi keluar dari Jogja. Entah ini passionku atau bukan, tetapi aku menikmati perjalanan. Dan bandung adalah tempat ketiga yang aku kunjungi setelah Jakarta dan Ponorogo. Hehehe…

Sebelumnya, aku pernah bermimpi ingin mengunjungi setiap daerah di Indonesia, entah untuk sekedar bermain, berlibur, maupun untuk pekerjaan. Alhamdulillah, sampai saat ini sedikit demi sedikit mimpi itu terwujud, semoga tetap berlanjut.

Oke, aku akan menceritakan sedikit tentang pengalaman di Bandung. Ketika pertama kali melihat namaku ditempatkan di CB 2, alias Bandung kota di sebuah survei, hatiku makdeg! Kenapa? Entahlah, yang jelas pertama kali yang aku rasakan adalah kenapa aku ditempatkan di Bandung, bagaimana kondisi lingkungan di sana, dan bagaimana kondisi teman-teman tim CB 2. Yah, mungkin semua orang juga merasakan hal yang sama seperti aku. Karena jauh di dalam hatiku, ingin sekali ke luar Jawa, tetapi masih ada ketakutan jika itu benar terjadi *garuk tembok*. Tetapi pada akhirnya, aku pasrah aja ditempatkan di sana. Toh itu juga tempat yang baru buat aku. Tempat baru untuk tetap belajar, dan traveling tentunya… eaaakkkkk :’)

And here we go…  25 sore kita bersama menuju ke tempat baru. Hihii….  Tempat ini akan dijelajahi kurang lebih 10 hari. Dan ternyata setelah sampai sana, trasit dulu di rumah salah satu tim, mbak Irma di Cimahi. Di sana hanya 2 hari saja, karena setelah itu kita berpindah ke daerah Dayeuh kolot agar lebih dekat dengan daerah jajahan, eh wilcah kita maksudnya.

Penjelajahan dimulai dari Lengkong, yaitu di Burangrang. Tentu saja, Burangrang ini daerah khusus jajahanku sama partner, Izza. Di daerah kota seperti ini, jika tidak dibekali alamat yang lengkap, pastilah sangat sulit mencari responden. Taulah… warga di daerah kota itu sangat sulit ditemui, dan mereka sebagian besar tidak saling mengenal meskipun bertetangga. Jadi ya… begitulah… Menyusuri rumah demi rumah demi mencari alamat, kita sudah kayak ayu ting-ting mungkin :D

Kemudian soal jalan, pola jalan di daerah kota seperti ini sebenarnya mudah, dan mudah pula untuk dihapal. Tetapi balik lagi, karena kita orang baru dan mind mapping lagi ancur kali yak, udah beberapa kali muter – muter daerah situ tetep aja kesasar. Kalau gak ada batuan dari google map dan tanya – tanya, bisa jadi balik basecamp tengah malem. Ada dua gedung yang dijadikan Patokan di sini, yaitu kantor PERSIB dan Universitas Langlang Buana. Cukup membantu dalam membuat ketlok kita. Hahahaha….

Penjelajahan kedua adalah Coblong. Di sini berpartner dengan vivin. Jatah kita adalah Sadangserang, di mana tempat ini adalah berada di belakang kawasan Dago. Tau kan Dago itu kawasan apa? Yap, distronya Bandung dan tempat nongkrong *hammer*… sayangnya gak sempet jalan – jalan ke Dago… *mewek*. di daerah ini sebenarnya hampir sama kondisinya dengan di daerah sebelumnya. Masuk ke rumah – rumah mencari alamat, tetapi yang istimewa di sini adalah bapak pejabatnya… apa itu? Rahasia aja deh ya… muehehehe…. Yang jelas kita dibikin pusing, bahkan pak spv pun pusing, dan kita takut untuk melangkah lebih jauh… kyaaa. Tetapi yang bagus di sini adalah, aku mulai hapal sama jalan. Hehehe…

Penjelajahan terakhir, adalah Andir, tepatnya di Maleber. Di sini berpartner dengan mas Slamet. Mencari alamat lagi, mencari rumah lagi.. iya, emang kita kerjaanya ngubek – ubek daerah Bandung ini untuk nyari alamat dan wawancara rumah tangga kok :D. ceritaya juga hampir sama dengan daerah jajahan sebelumnya, hanya saja di sini orang – orangnya agak susah ditemui karena bekerja dari pagi da sore baru pulang kerja. Kita? Ya nunggu mereka sampe pulang kerja gitu.. 

Di Bandung itu jalanan macet, kotor, banyak permukiman kumuh, air kurang bersih, banjir… mungkin gambaran seperti itulah Bandung, di balik julukannya sebagai kota kembang dan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Di jalanan yang macet, anggap saja sedang berlomba mencari celah jalan untuk dilalui, meskipun emm… pake gores-goresan sama mobil… v(^^)v Kalau di kondisi hujan ya berteduh, kalau banjir yaaa sudahlah….

Tetapi dibalik semua itu, aku bersyukur memiliki kesempatan seperti ini. Dihadapkan pada kondisi yang serba terbatas, menemui orang – orang dengan kondisi terbatas bahkan kekurangan, mereka yang hidup seadanya dengan pengalaman hidup pahit mereka. Semakin membuka mataku, bahwa dengan kondisi mereka yang seperti itu, masih mensyukuri hidup. Karena bersyukur adalah cara yang paling tepat dalam memaknai hidup. Berusaha banting tulang dan mencari penghasilan untuk tetap bertahap hidup dengan cara mereka di jaman yang serba keras bagi mereka. Iya, mereka orang – orang yag kuat. Sedangkan aku?
Terima kasih untuk pelajaran yang sangat berharga ini.

Em… ada yang ketinggalan… di samping pengalaman dari mereka, ada pengalaman lain yang aku peroleh dari perjalanan kali ini. Apa itu? Mendapat teman – teman baru, belajar berbagi, belajar memahami, belajar bekerjasama. Meskipun itu mungkin sangat sepele, tetapi ketika berada dalam suatu tim, semua itu menjadi penting. Bercanda bersama, belajar bersama, mengontrol emosi, karena kita hidup bersama dalam satu atap yang sama. Di balik tugas yang dibebankan pada masing – masing orang, kebersamaan itu sangat menyenangkan. Dan memiliki teman seperti kalian, aku merasa sangat beruntung, dan tentu saja aku berharap, pertemanan ini tidak akan mudah terlupakan hingga nanti… J

Sayangnya, selama di Bandung kemaren belom pernah ke manapun, pengennya ke Lembang atau kawah putih, atau main ke mana gitulah.. *mewek* untunglah, sudah sempat jalan – jalan ke pantai.. meskipun di Gunungkidul… :3





Tidak ada komentar:

Posting Komentar