Kemarin (22 januari 2012), aku dan beberapa teman dari kampus Geografi UGM mengunjungi salah satu objek wisata di Gunungkidul yaitu Desa Wisata Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Kami ke sana ber-11, berangkat dari kampus 10 orang dan 1 orang (aku) menunggu di Wonosari : ) orang – orang itu adalah Ayu Anindyta, Einy S. Selida, Dhimas, Febrian Maritimo, M.Bayu Hartono, Tika, Arief Wibowo, Banu Dwijayanto, Ahdi Ahmad Fajri, Tohari Muhammad Imron, dan tentunya aku sendiri. Hehe (^_^)V
Teman – teman berangkat dari Jogja sekitar jam 9 kurang sedikit setelah mencari massa sekitar 2 jam hanya dapet 9 orang (yang nyari massa si Ayu Anindyta. Haha). Maklumlah, selama perencanaan liburan ini melalui jejaring facebook sebenarnya sudah banyak teman yang mau ikut. Tetapi pas hari-H ternyata banyak yang berhalangan *Sedih*. Teman – teman sampai Wonosari sekitar jam 9.50. Bukan Wonosari ding, melainkan Siyono (mereka malah masuk ke jalan ke arah pasar Sapi Siyonoharjo karena salah persepsi “ancer-ancer jalan”. Yang salah bukan aku, tapi pebri. Hahahaha… :P ). Rencana ketemu di bunderan Siyono pun gagal, akhirnya aku yang jemput mereka ke pertigaan menuju pasar sapi itu.. dan memulai perjalanan ke goa Pindul lewat Ringroad utara. Nyampe di perempatan traffic light budegan, ada kejadian unik, di mana si Febri (lagi) ditanyain sama bapak2 yang kebetulan “nongkrong” di situ (kayaknya bapaknya emang sengaja “nyegat” pengunjung yang menuju Goa Pindul deh). Kemudian bapak2 tersebut dengan metode mekso, mau nganter kita ke goa Pindul, padahal aku sudah tau jalan menuju goa Pindul.. -__- Walaupun bapaknya bilang antar gratis, tapi kita tidak sepenuhnya percaya. Dan benar, bapak tadi minta “bayaran”nya ke bapak yang ada di tempat pendaftaran.. (usaha cari duit itu ada saja jalannya ya). Pesen kepada teman-teman yang mau ke sana : mendingan sebelum ke Goa Pindul, lebih baik reservasi dulu, menghubungi pengurus di sana supaya tidak terjebak oleh kelompok ilegal :)
Sampai di lokasi jam 10 lebih, sudah banyak mobil dan motor pengunjung Goa Pindul. Semoga saja antrinya belum begitu banyak, pikirku. Karena hari Minggu, pastinya ramai pengunjung, apalagi long weekend seperti ini... huuh. . cepet2 kita ndaftar, kita memilih yang paket cave tubing Goa Pindul dengan fee Rp.30.000,00/orang. Tapi berhubung ada teman yang sudah pernah ke sini (Bayu) maka kita dikasih diskon sehingga tiap orang hanya membayar Rp.25.000,00. Paket ini sudah termasuk jasa pemandu, perlengkapan (ban pelampung, jaket pelampung, sepatu), dan asuransi. Sambil menunggu giliran masuk Goa, kita ganti baju. Ada kejadian unik lagi di sini, Nindy tidak bawa perlengkapan untuk baju ganti dan sebagainya! Astaga… terpaksa, dia beli perlengkapan yaitu celana panjang untuk masuk ke Goa dan perlengkapan ganti baju (taulah, cave tubing kan basah-basahan, jadi setelah masuk Goa dan berenang harus mandi dan ganti baju agar tidak kedinginan, sakit dan gatal – gatal tentunya :D )
pesan : sebaiknya kalau teman – teman mau ke Goa Pindul, bawa perlengkapan pakaian ganti dan alat mandi ya…. :D
Giliran masuk Goa datang juga, kita langsung memakai jaket pelampung dan sepatu (sandal gunung juga bias sih, tapi berat kalau buat berenang nantinya. Saya mengalaminya sendiri :( ) Perjalanan ke TKP a.k.a pintu masuk goa sekitar 100 m dari tempat pendaftaran. Sebelum masuk Goa, diberi penjelasan dan beberapa peraturan yang harus dipatuhi selama berada di dalam Goa. Kebetulan saat itu ada 3 kelompok pengunjung yaitu dijadikan 1 kelompok berjumlah 19 orang, dengan dipandu oleh mas Anas dan kawan-kawan. Daan…masuk goa!! Haha… akhirnya masuk goa lagi setelah dari Goa Cerme sekitar 1 tahun yang lalu. Tapi berhubung ini Goa yang ada airnya dan dalam, jadi susur Goanya pake ban tadi..hehehe
Sedikit cerita dulu ya, Goa Pindul adalah goa yang terdapat aliran air atau disebut sungai atau suatu sungai bawah tanah. Kenapa dinamakan bawah tanah? karena jika dilihat di peta / googlemap dsb maka sungai tersebut “menghilang” dan kemudian muncul lagi ke permukaan tanah. hehe… umumnya sungai ini terdapat pada kawasan karst. Lihat saja, banyak sungai – sungai semacam yang ada di Goa Pindul ini, seperti misalnya sungai suci atau kali suci (Kecamatan Semanu), Goa Cerme (Imogiri) dan lain – lain.
Goa Pindul memiliki 3 zona, yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi. Zona terang adalah zona dekat pintu masuk, di mana cahaya matahari dapat masuk ke zona ini, jadi zona ini termasuk cukup cahaya. Zona remang adalah zona remang-remang, di mana cahaya matahari perlahan mulai hilang (sedikit cahaya di zona ini). Dan yang ketiga adalah zona gelap abadi, zona yang tidak pernah terkena sinar matahari. Di sini, para guide sudah membawa alat penerang berupa senter, jadi aman walaupun tidak ada satupun yang bawa senter.
Panjang goa Pindul kurang lebih 300 m dengan jarak tempuh sekitar 30 – 45 menit. Di dalam goa, terdapat beberapa ornament khas goa seperti stalagtit, stalagmit, pilar, hiasan batu tirai, batu crystal, dan sebagainya. Ada yang tau beda stalagtit dan stalagmite? Heheheee… Di dalam goa ini juga terdapat hewan kelelawar dan burung sriti (sejenis burung wallet). Selain itu, di gua ini juga terdapat semacam cekungan yang katanyan untuk bertapa di masa lalu. Juga terdapat beberapa mitos seperti batu perkasa (untuk laki-laki) dan air kecantikan (untuk pere mpuan), zona tembak bagi pengunjung yang ingin “menembak” orang yang disukai. Ini ada beberapa foto ornament yang dijepret oleh teman kami :
| stalagtit depan pintu masuk gua |
| stalagtit |
| "kamar" anak - anak kelelawar |
| main air di dalam goa :D |
| stalagtit terbesar kedua di goa Pindul |
| lubang besar, cocok buat rappling |
Oke..setelah puas berenang (belum puas sih sebenernya, tapi karena hari minggu banyak pengunjung, jd dicepet2in), kemudian kita balik ke basecamp / tempat pendaftaran tadi.. tapi sebelum itu, narsis dulu di sebuah baliho batu (nyebutnya apa ya? Gede banget soalnya) yang dibuat oleh anak – anak KKN UGM tahun 2011 kemarin. Bangga sekali anak UGM mampu mengembangkan lagi wisata yang ada di Gunungkidul J Hehe…. Setelah itu sekitar jam 12.30 siang, bergegas kita mandi, sholat dhuhur, daan….makan…hahaha..makannya pun jauh, di warung mie ayam dan bakso di Desa Ngeposari, Semanu (depan Balai Desa Ngeposari). Joss…. d(^_^)b. Di sini harganya cukup murah, setiap orang hanya habis 10ribu untuk menu mi ayam bakso dan esteh/esjeruk. Kalau mie ayam harganya hanya 6ribu. Murah meriah, enak, dan kenyang.
Habis makan sudah jam setengah 3. Kita pun pulang, yang tidak lupa mampir rumahku tentunya. Hehehe…
Jam 5 sore mereka akhirnya pulang ke Jogja, kecuali si Nindy, the StrongGirl. Kenapa? Dia balik ke Jogja dan langsung balik ke rumahnya di Klaten, padahal paginya dia juga berangkat dari klaten trus ke Jogja dulu sebelum ke Gunungkidul. Ckckckckck….
Oke..sekian cerita saya berlibur ke daerah sendiri (walaupun sudah 23 tahun di Gunungkidul, masih banyak daerah yang belum aku kunjungi.hehehehehe)
Gunungkidul itu seperti mutiara terpendam di Yogyakarta, banyak tempat - tempat eksotik yang belum dikenal di dunia luar. Miris sekali ketika mendengar berita tentang Gunungkidul adalah tentang kekeringan dan kasus bunuh diri. Helooo…. Gunungkidul itu cantik, eksotik… do you know??? :P
Akhir kata.. silakan berkunjung ke Gunungkidul dan nikmati segala pesona alam yang ada di dalamnya… salam penuh cinta… :*
QuoteDon’t take anything except pictureDon’t leave anything except footprintDon’t kill anything except time
Thanks God for this moment….
Nb :
Website resmi DesaBejo http://dewabejo.wordpress.com/
Fanpage cave tubing Pindul : http://www.facebook.com/pages/CAVE-TUBING-PINDUL/216872541674639
cp : bapak Subagya 081 227 923 007
| namecard DewaBejo |
wah keren, mantep dan ndak mahal juga, cuma memang agak jauh dari Jakarta harus sedia ongkos ganda nih he he he, mantep infonya, makasih yap.
BalasHapusO iya salam kenal, keep blogging :)